Oke ini pertama kalinya gue memposting artikel real life yang gue alami. Kalo biasanya cuma posting tulisan tulisan yang agak gaje gitu, kali ini gue mencoba untuk bercerita dan mengutarakan perasaan cieelah semacam curhat gitu deh atas kejadian yang gue alami hari ini. Buat kalian kalian yang mungkin aja kenal dan mau ikut nimbrung di komentar silakan aja ya tapi No bash.
Oke selamat membaca ^^
Rabu, 25 Juni 2014
Hari ini...
Berawal dari rencana seorang teman untuk nonton bareng. Gue sih ngga tau udah berapa lama ini direncanain tapi ya gitu belum tentu apa yang kita rencanakan akan terlaksana dengan sempurna. Di dunia ini emang manusia cuma bisa berencana tapi TUHAN yang menentukan, yayaya I know it! Oke lanjut ke cerita lagi. Gue akhirnya minta izin buat nonton bareng temen temen ke orang tua seperti biasa, alhamdulillah dibolehin. Akhirnya gue langsung siap siap berangkat sambil nunggu temen temen jemput.
Langsung skip aja~
Sesampainya disana, sesuai rencana awal, kita bertujuh langsung menuju gedung bioskop. Udah terbayang sih bakal terjadi sesuatu yang kurang mengenakan soalnya ngga bisa dimakan. Dari awal masuk aja udah keliatan antrian pembeli tiket bejibun. Seketika itu juga gue makin ngerasa ngga enak karena kemungkinan ngga kebagian tiket. Ah setelah perwakilan dari kita mesen tiket bener aja, tiket udah pada Sold Out! padahal jam menunjukkan masih jam 1 kurang. Terjadilah dilema diantara kami bertujuh antara mau jadi nonton atau memilih makan dan main dimall. Dan apa yang terjadi saudara saudara, akhirnya setelah melewati percakapan panjangggggggg dan lama, akhirnya rencana nonton pun jadi. Terpaksa kita nunggu jam tayang sore meskipun ya harus ikut ngantri panjang lagi. Ulala tiket udah ditangan tinggal nunggu filmnya mulai. Seketika gue sadar jam masih menunjukkan jam 2 kurang itu tandanya you know that, butuh waktu lama nunggu. Yaudah daripada bosen nunggu dibioskop kita memutuskan untuk turun kebawah dan menuju toko buku. Sebut saja toko *sensor*. Bisa bayangin lah betapa bosannya kita menunggu terlebih gue paling males kalo nunggu. Ngga nyangka kita malah ketemu temen kita, ngga perlu disebut siapa yang jelas kita kenal mereka dan mereka juga kenal kita. Detik demi detik berjalan. Kaki mulai terasa pegal, cacing cacing diperut juga mungkin udah minta jatah. Akhirnya tiba juga film TRANSFORMERS nya mulai, adegan demi adegan berlangsung selama kurang lebih 3 jam, film pun selesai. Gejala setelah nonton pun mulai timbul diantara kami bertujuh. Mulai dari kaku dibagian pinggang, kaki dan mata memerah akibat kelelahan. Gue sendiri sih udah ngalamin gejala itu ditengah pemutaran film. Tadinya gue punya ide mau berdiri aja ngelemesin kaki yang sedari tadi pegel ditengah pemutaran film tapi resikonya bakal ditimpukin penonton lainnya karna ngalangin, padahal jelas jelas itu layar lebar pake banget tapi masih aja bakal disangka ngalangin pandangan. Belum lagi penyakit minus pada mata gue bikin gue ngga terlalu nyaman nonton film karena mata makin cepet kerasa pegel mandangin layarnya terus udah gitu ini kan film 3D. Akhirnya diakhir film gue mulai merasakan kaku pada bagian lutut hingga menyebabkan ngga kuat berdiri apalagi berjalan seperti layaknya orang kram. Begitu keluar dari studio, buru buru gue meriksa handphone yang ada disaku celana. Gue lupa kalo dari tadi ngga meriksa hp sejak di mall. Asiknya ngumpul sama temen bikin lupa sama masalah pribadi untungnya sih ngga lupa ibadah. Mendadak mata melotot pas ngeliat layar handphone yang isinya banyak panggilan tak terjawab dan sms. Halah gue langsung ngga niat megang hp lagi-_-buru buru gue kabarin orang rumah kalo baru selesai nonton dan langsung pulang. Ngga cuma sampe disitu, kita kita juga baru inget kita udah hampir 6 jam di mall dan seketika inget sama tarif parkir. Langsung dah pikiran yang pada bawa motor melayang ke tarif yang bakal dikeluarin abis ini. Sedangkan gue, gue malah shock ketika sampai parkiran motor dan melihat dari kejauhan sosok orang yang ngga asing lagi buat gue. Udah kucek kucek mata buat mastiin kalo itu salah liat tapi sepertinya emang orang itu adalah kerabat gue. Dalam hati gue sih ngga kaget, malah udah kepikiran pasti ke mall buat nonton film yang gue tonton tadi juga secara mereka memang menggemari tontonan itu. Acara mengenali orang pun selesai sampai disitu, gue dan yang lain pun siap ontheway pulang karena hari semakin malam ya meskipun gerimis menyertai perjalanan kami pulang.
Oke sekian cerita yang udah gue alami hari ini, ini ceritaku, mana ceritamu??
Rabu, 25 Juni 2014
Sabtu, 14 Juni 2014
PERBEDAAN itu tampak SEMPURNA
Perbedaan itu mungkin sudah biasa, tapi pernahkah ada suatu hubungan berjalan diatas suatu perbedaan yang amat bertolak belakang dari banyak segi, entah itu mungkin perbedaan sifat, golongan darah, zodiak, hobi atau kebiasaan kebiasaan lainnya? Tentunya perbedaan itu sulit untuk disatukan apalagi disatukan untuk menjalin suatu hubungan. Bagaimana tidak, setiap orang pasti berbeda. Mungkin memang perbedaan itu bisa disatukan asalkan kita saling bertoleransi namun pasti akan ada sesuatu yang sulit disatukan diatas perbedaan tersebut. Tentunya aku berbeda dengan teman temanku. Meskipun ada persamaan, tak mungkin semuanya sama. Begitu pula dengan mereka. Tak terkecuali aku dan dia. Ini sulit untuk diterima nalar namun inilah kenyataannya. Aku dan dia berbeda, bahkan amat sangat berbeda meskipun kami juga memiliki kesamaan. Tapi, perbedaan itulah yang menyatukan kita sekarang. Hahaha lucu memang ketika aku berpikir akan perbedaan perbedaan yang ada diantara kami. Saling bertolak belakang dan sulit diterima oleh nalar! Bayangkan saja, mulai dari sifat, kami sudah sangat berbeda. Bagi sebagian orang yang berpikir singkat ini pasti aneh. Aku pun berpikir demikian. Sifat yang kami miliki sangat bertolak belakang tapi kenyataannya kami bisa bersatu dengan perbedaan perbedaan yang kami miliki. "Yaa perbedaanlah yang menyatukan sehingga suatu hubungan tampak terlihat lebih sempurna" Begitukah yang dikatakan orang orang? Yaa kini aku percaya tentang anggapan itu. Karena aku sendiri sudah mengalaminya. Meskipun kami memiliki banyak perbedaan tapi kami mampu menunjukkan bahwa tak selamanya perbedaan itu tak bisa dipersatukan dan tak selamanya perbedaan itu malah menjauhkan justru kami nampak harmonis karena kami menganggap suatu perbedaan sebagai pelengkap hubungan kami. Dengan adanya perbedaan kami jadi bisa menghargai satu sama lain juga menghargai hubungan kami ^-^
Selasa, 10 Juni 2014
Kegelisahan yang menghantuiku
Sejenak ku terdiam ketika aku sedang bersamamu, mengingat semua kenangan indah yang kau bawa kepadaku, memandangimu sambil memikirkan sesuatu yang membuatku berhenti tersenyum bahkan tak jarang disaat itu pula hatiku meringis menahan tangis. Awan mendung mulai datang dan nampak di sudut mataku. Beribu pertanyaan menakutkan datang menghampiriku membuatku tak tenang. Tak sepatah kata pun bisa terucap dari bibir ini. Tak sanggup rasanya bila membayangkan suatu saat akan kehilanganmu. Tak rela rasanya bila suatu saat nanti harus berpisah denganmu. Kadang aku berpikir demikian. Andai kamu tau itu.
Aku mencoba untuk tidak berharap banyak padamu selama ini, aku juga belajar untuk hidup tanpa harus terus menerus bergantung padamu. Aku harus bisa hidup kembali seperti sediakala, ketika aku belum mengenalmu, ketika aku menjalani hari hari ku sendiri tanpamu dan bergantung padamu. Kadang aku harus berpikir demikian agar suatu saat nanti, ketika Tuhan akhirnya memisahkan kita, ketika kau berhenti membuatku tersenyum, ketika kau tak ada disampingku, dan kau menjauh dariku, aku bisa hidup tanpa mengharapmu, tanpa mengganggumu, tanpa mengusik hidupmu lagi . . .
Selamat tinggal kenangan
Untuk semua peristiwa yang terjadi belakangan ini, bagaimana aku mulai menata hidup ke arah yang lebih baik, melupakan seseorang dimasa lalu, dan mampu membuat hidup ini jauh lebih berwarna. Hari ini, ku torehkan semua keluh kesah dalam hati, lewat tulisan ku torehkan kata demi kata kurangkai hingga menjadi suatu kalimat yang padu. Tak ada lagi beban pikiran, tak ada lagi air mata kesedihan, tak ada lagi jiwa yang tersiksa, tak ada lagi bayang bayang masa lalu. Kini hanya ada tawa bahagia, hanya ada senyum keceriaan, hanya ada kebahagiaan demi kebahagiaan yang hadir di hidupku, kini hidupku jauh lebih berwarna. Yaa itu semua berkat kamu dan teman-teman temanku! Kini waktunya aku menutup rapat semua lembaran masa lalu. Aku tak boleh terikat masa lalu. Sudah sepatutnya ku jalani hari hari ku dengan bahagia dan menggapai semua angan, impian, dan cita cita yang ku harapkan selama ini :D
Langganan:
Postingan (Atom)